home

Showing posts with label penyakit. Show all posts
Showing posts with label penyakit. Show all posts

Wednesday, January 23, 2013

Vampirism atau Penyakit Anti sinar matahari

Sobat blogger,apakah anda pernah nonton thriller The Others yang anak dari Grace Stewart tidak boleh sama sekali keluar rumah dan setiap keluar menggunakan setelan seperti baju astronot atau anda pernah menonton Taiyou no Uta yang dimana pemeran utamanya (YUI) hanya keluar setiap malam saja. dalam kedua film tersebut terdapat kesamaan,yaitu mereka menghindari matahari .
mungkin sobat blogger bertanya,mengapa mereka menghindari sinar matahari . jawabannya ialah karena mereka mempunyai sebuah kelainan yang membuat si penderita merasakan sakit yang luar biasa jika mereka terkena matahari . orang orang biasa menyebut para penderita sebagai vampir di dunia nyata namun bedanya mereka tidak menghisap darah.penyakit ini tergolong penyakit yang langka dan hingga kini belum ada obat untuk menyembuhkan penyakit ini.
berikut ini akan saya bahas penyakit yang membuat penderitanya tidak boleh terkena sinar matahari

1. xeroderma pigmentosum.

xeroderma pigmentosum adalah salah satu penyakit langka yang membuat si penderitanya sangat sensitif terhadap sinar ultraviolet. Sedikit saja kena sinar Matahari, kulitnya bisa rusak dan merasakan sakit yang luar biasa.seperti salah satunya ialah Sarah Chapman yang berasal dari West Bolto,gadis kecil ini akan merasakan sakit yang luar biasa di kulitnya jika dia terkena sinar matahari. effect untuk penderita penyakit ini jike terkena sinar Matahari ialah sel-sel kulit akan rusak. dan akan muncul Freckles (bercak-bercak hitam) pada bagian kulit yang tidak tertutupi oleh pakaian. Misalnya, wajah, leher, lengan, atau tungkai. Di bagian yang terlindungi dari sinar Matahari seperti dada dan perut yang terlindung ( tertutupi ) tidak mengalami masalah apa-apa. Bercak-bercak hitam ini memang tidak terasa gatal atau sakit. Tapi jika kulit terus-menerus dibiarkan terpapar sinar Matahari, masalahnya bisa menjadi serius.
Penyakit ini muncul disebabkan oleh pembawaan gen resesif yang biasanya disebabkan oleh perkawinan yang masih berkerabat . misal saja menikah dengan sepupu.
Penyakit XP ini berbeda dari penyakit albino, lupus, porphyria.. Walaupun memiliki kesamaan yaitu sensitif terhadap sinar matahari. Kalau penyakit Porphyria disebabkan oleh kelainan pada bagian dari hemoglobin (komponen sel darah merah yg bertugas mengikat oksigen). Jadi berbeda dgn XP. Selain itu, Kanker kulit yg diderita org yg mengidap XP 3x lebih parah dibanding penyakit kulit lainnya, karena jenis kanker kulit yg menyerang lebih dari 1 jenis. Selain itu penderita XP sama sekali sedikit pun tidak boleh kena sinar matahari..  
 Penyakit bisa berkembang menjadi kanker kulit .Penyakit ini banyak terjadi di  Jepang . dan di Indonesia sendiri , kasus penyakit ini masih jarang dijumpai. Ada beberapa laporan tapi jumlahnya tidak banyak. Di Amerika Serikat, angka kejadian penyakit ini hanya sepersejuta dari populasi. Dengan kata lain, dari satu juta orang, hanya ada satu penderita XP. Persentasenya kecil sekali. Jika angka kejadian di indonesia dianggap sama, maka di seluruh penjuru Indonesia hanya ada sekitar 200-an penderita kelainan kulit ini.
gambar pembawaan gen resesif

XP merupakan penyakit bawaan, penderita sudah mengidap penyakit ini sejak lahir. Namun, pada tahun pertama, bayi dengan kelainan XP bisa saja belum menunjukkan gejala sakit. Biasanya penyakit ini mulai terdeteksi pada saat bayi berusia 1 - 2 tahun. Pada usia ini, kulit bayi mulai menunjukkan bercak-bercak hitam jika terkena sinar Matahari. Walaupun ini merupakan penyakit bawaan,tapi bisa saja orang tuanya tidak mempunyai penyakit ini.
Karena harus terbebas dari sinar Matahari, pasien XP sama sekali tidak dianjurkan keluar rumah di siang hari. Jika pasien ingin keluar rumah,ia hanya boleh keluar pada malam hari.jika pada siang hari, pasien harus memakai pakaian khusus mirip pakaian astronaut yang menutupi semua bagian tubuhnya mulai dari ujung kaki sampai ujung kepala. jika perlu hingga menggunakan kacamata anti sinar UV.

2. porphylia

Porphyria adalah adalah suatu kelainan pada proses biosintesis heme, bagian dari hemoglobin, komponen sel darah merah yang berfungsi mengikat oksigen dan mengalirkannya ke seluruh tubuh. Pada penderita porphyria, terjadi peningkatan ekskresi porphyrin, enzim yang berperan dalam sintesis heme. Penumpukan porphyrin dalam jaringan tubuh menyebabkan urin berwarna merah keunguan, kulit sangat sensitif terhadap sinar matahari, dan -dalam beberapa kasus- penderitanya mengalami anemia parah. 
istilah porfiria berasal dari Yunani πορφύρα, porfiria, yang berarti " pigmen ungu " . Nama ini mungkin menjadi referensi untuk perubahan warna ungu feses dan urin ketika terkena cahaya pada pasien selama serangan. Meskipun deskripsi asli yang dikaitkan dengan Hippocrates, penyakit ini pertama kali dijelaskan oleh Felix biokimia Hoppe-Seyler di. 1871, dan porfiria akut digambarkan oleh Stokvis Barend dokter Belanda pada tahun 1889 .
Porphyria terdiri dari beberapa tipe dengan beragam gejala. Tidak semua jenis porphyria memperlihatkan gejala ke-‘vampir’-an. Secara umum, porphyria dibagi dua: acute porphyria dan cutaneous porphyria. Acute porphyria menyerang sistem saraf, dengan gejala nyeri di bagian perut, muntah, konstipasi, diare, lemah otot, demam, dan halusinasi. Cutaneous porphyria menyerang neuron saraf kulit, menyebabkan kulit penderitanya sangat sensitif dan mudah melepuh jika terkena sinar ultraviolet. Porphyria jenis inilah yang sering diidentikkan dengan ciri-ciri vampir.
jenis porphyria yang paling sering ditemui ialah Porphyria cutanea tarda , Jenis ini menyerang syaraf kulit. Dalam kaitannya dengan lokasi penumpukan porphyrin, porphyria juga dibagi menjadi dua: hepatic porphyria (penumpukan di liver/hati) dan erythropoietic porphyria (penumpukan di sumsum tulang produsen sel darah merah). Porphyria merupakan kelainan yang langka, dan bukan penyakit menular. 20% penderita mendapatkan porphyria melalui pewarisan genetik, sedangkan 80% disebabkan oleh penggunaan narkotika dan alkohol.
Ada beberapa orang terkenal yang diduga kuat menderita porphyria, antara lain: George William III (raja Inggris 1760-1820), Mary Stuart (sepupu George III, ratu Skotlandia 1542-1567), Vincent van Gogh (pelukis impresionis), dan Nebukadnezar II (raja Babylonia 605-562 SM).
beberapa reaksi terjadi dalam sitoplasma dan mitokondria
pengobatan  erythropoietic porfiria Ini berhubungan dengan akumulasi porfirin dalam eritrosit dan jarang terjadi. Yang paling langka adalah porfiria erythropoetic kongenital (CEP) atau dikenal sebagai penyakit Gunther. Tanda-tanda mungkin hadir sejak lahir dan termasuk photosensitivity yang parah, gigi cokelat yang berpendar dalam sinar ultraviolet karena endapan tipe satu porfirin dan hipertrikosis nanti. Anemia hemolitik biasanya berkembang. Farmasi-grade beta karoten dapat digunakan dalam pengobatan. [20] Sebuah transplantasi sumsum tulang juga telah berhasil dalam menyembuhkan CEP dalam beberapa kasus, meskipun hasil jangka panjang belum tersedia. [21]
Rasa sakit, terbakar, bengkak dan gatal-gatal yang terjadi di porfiria erythropoietic umumnya memerlukan menghindari sinar matahari cerah. Sebagian besar jenis tabir surya tidak efektif, tapi SPF-rated lengan panjang kemeja, topi, bandana dan sarung tangan dapat membantu. Klorokuin dapat digunakan untuk meningkatkan sekresi porfirin dalam beberapa EP. [7] Transfusi darah kadang-kadang digunakan untuk menekan produksi heme bawaan

sumber referensi nya
http://wahw33d.blogspot.com/2010/08/penyakit-vampire-tersiksa-jika-terkena.html
http://budayangeblog.wordpress.com/2009/08/14/xeroderma-pigmentosum-anti-matahari/
http://shevceba.blogspot.com/2012/08/penyakit-xp-pada-film-taiyou-no-uta.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Xeroderma_pigmentosum
http://en.wikipedia.org/wiki/Autosomal_recessive#Autosomonal_recessive_gene
http://en.wikipedia.org/wiki/Porphyria
http://www.kamusilmiah.com/kesehatan/porphyria-dan-kaitannya-dengan-legenda-vampire/

Wednesday, October 3, 2012

10 Penyakit Mental Manusia di Dunia

Penyakit merupakan sesuatu yang bersifat merugikan untuk diri baik yang bersifat fisik maupun mental. Penyakit secara fisik mungkin dapat dengan mudah terdeteksi sehingga dapat diketahui cara pengobatannya. Namun bagaimana dengan penyakit yang menyerang mental manusia????. Penyakit ini tidak nampak dan terdakang sulit untuk kita ubah karena biasanya merupakan kebiasaan dalam diri. Berikut ini adalah 10 jenis penyakit yang terkadang mungkin ada dalam diri anda dan seharusnya anda pahami dan hilangkan. ini dia, 10 oenyakit yang saya temukan dari situs tetangga,, silakan di lihat

1. MENYALAHKAN ORANG LAIN 
Itu penyakit P dan K, yaitu Primitif dan Kekanak-kanakan. Menyalahkan orang lain adalah pola pikir orang primitif. Di pedalaman Afrika, kalau ada orang yang sakit, yang Dipikirkan adalah : Siapa nih yang nyantet ? Selalu “siapa” Bukan “apa” penyebabnya. Bidang kedokteran modern selalu mencari tahu “apa” sebabnya, bukan “siapa”. Jadi kalau kita berpikir menyalahkan orang lain, itu sama dengan sikap primitif. Pakai koteka aja deh, nggak usah pakai dasi dan jas. Kekanak-kanakan. Kenapa ? Anak-anak selalu nggak pernah mau disalahkan. Kalau ada piring yang jatuh,” Adik tuh yang salah”, atau ” mbak tuh yang salah”. Anda pakai celana monyet aja kalau bersikap begitu. Kalau kita manusia yang berakal dan dewasa selalu akan mencari sebab terjadinya sesuatu.

2. MENYALAHKAN DIRI SENDIRI 
Menyalahkan diri sendiri bahwa dirinya merasa tidak mampu. Ini berbeda dengan MENGAKUI KESALAHAN. Anda pernah mengalaminya ? Kalau anda bilang tidak pernah, berarti anda bohong. “Ah, dia sih bisa, dia ahli, dia punya jabatan, dia berbakat dsb, Lha saya ini apa ?, wah saya nggak bisa deh. Dia S3, lha saya SMP, wah nggak bisa deh. Dia punya waktu banyak, saya sibuk, pasti nggak bisa deh”. Penyakit ini seperti kanker, tambah besar, besar di dalam mental diri sehingga bisa mencapai “improper guilty feeling”. Jadi walau yang salah partner, anak buah, atau bahkan atasan, berani bilang “Saya kok yang memang salah, tidak mampu dsb”. Penyakit ini pelan-pelan bisa membunuh kita. Merasa in feri or, kita tidak punya kemampuan. Kita sering membandingkan keberhasilan orang lain dengan kekurangan kita, sehingga keberhasilan orang lain dianggap Wajar karena mereka punya sesuatu lebih yang kita tidak punya.

3. TIDAK PUNYA GOAL / CITA-CITA
Kita sering terpaku dengan kesibukan kerja, tetapi arahnya tidak jelas. Sebaiknya kita selalu mempunyai target kerja dengan milestone. Buat target jangka panjang dan jangka pendek secara tertulis. Ilustrasinya kayak gini : Ada anjing jago lari yang sombong. Apa sih yang nggak bisa saya kejar, kuda aja kalah sama saya. Kemudian ada kelinci lompat-lompat, kiclik, kiclik, kiclik. Temannya bilang: “Nah tuh ada kelinci, kejar aja”. Dia kejar itu kelinci, wesss…., kelinci lari lebih kencang, anjingnya ngotot ngejar dan kelinci lari sipat-kuping (sampai nggak dengar / peduli apa-apa), dan akhirnya nggak terkejar, kelinci masuk pagar. Anjing kembali lagi ke temannya dan diketawain. “Ah lu, katanya jago lari, sama kelinci aja nggak bisa kejar. Katanya lu paling kencang”. “Lha dia goalnya untuk tetap hidup sih, survive, lha gua goalnya untuk fun aja sih”. Kalau “GOAL” kita hanya untuk “FUN”, isi waktu aja, ya hasilnya cuma terengah-engah saja.

4. MEMPUNYAI “GOAL”, TAPI NGAWUR MENCAPAINYA 
Biasanya dialami oleh orang yang tidak “teachable”. Goalnya salah, focus kita juga salah, jalannya juga salah, arahnya juga salah. Ilustrasinya kayak gini : ada pemuda yang terobsesi dengan emas, karena pengaruh tradisi yang mendewakan emas. Pemuda ini pergi ke pertokoan dan mengisi karungnya dengan emas dan seenaknya ngeloyor pergi. Tentu saja ditangkap polisi dan ditanya. Jawabnya : Pokoknya saya mau emas, saya nggak mau lihat kiri-kanan.

5. MENGAMBIL JALAN PINTAS, SHORT CUT 
Keberhasilan tidak pernah dilalui dengan jalan pintas. Jalan pintas tidak membawa orang ke kesuksesan yang sebenarnya, real success, karena tidak mengikuti proses. Kalau kita menghindari proses, ya nggak matang, kalaupun matang ya dikarbit. Jadi, tidak ada tuh jalan pintas. Pemain bulutangkis Indonesia bangun jam 5 pagi, lari keliling Senayan, melakukan smesh 1000 kali. Itu bukan jalan pintas. Nggak ada orang yang leha-leha tiap hari pakai sarung, terus tiba- tiba jadi juara bulu tangkis. Nggak ada ! Kalau anda disuruh taruh uang 1 juta, dalam 3 minggu jadi 3 juta, masuk akal nggak tuh? Nggak mungkin !. Karena hal itu melawan kodrat.

6. MENGAMBIL JALAN TERLALU PANJANG, TERLALU SANTAI
 Analoginya begini : Pesawat terbang untuk bisa take-off, harus mempunyai kecepatan minimum. Pesawat Boeing 737, untuk dapat take- off, memerlukan kecepatan minimum 300 km/jam. Kalau kecepatan dia cuma 50 km/jam, ya Cuma ngabis-ngabisin avtur aja, muter-muter aja. Lha kalau jalannya, runwaynya lurus anda cuma pakai kecepatan 50 km/jam, ya nggak bisa take-off, malah nyungsep iya. Iya kan ?

7. MENGABAIKAN HAL-HAL YANG KECIL 
Dia maunya yang besar-besar, yang heboh, tapi yang kecil-kecil nggak dikerjain. Dia lupa bahwa struktur bangunan yang besar, pasti ada komponen yang kecilnya. Maunya yang hebat aja. Mengabaikan hal kecil aja nggak boleh, apalagi mengabaikan orang kecil.

8. TERLALU CEPAT MENYERAH 
Jangan berhenti kerja pada masa percobaan 3 bulan. Bukan mengawali dengan yang salah yang bikin orang gagal, tetapi berhenti pada tempat yang salah. Mengawali dengan salah bisa diperbaiki, tetapi berhenti di tempat yang salah repot sekali.

9. BAYANG BAYANG MASA LALU 
Wah puitis sekali, saya suka sekali dengan yang ini. Karena apa ? Kita selalu penuh memori kan ? Apa yang kita lakukan, masuk memori kita, minimal sebagai pertimbangan kita untuk langkah kita berikutnya. Apalagi kalau kita pernah gagal, nggak berani untuk mencoba lagi. Ini bisa balik lagi ke penyakit nomer-3. Kegagalan sebagai akibat bayang-bayang masa lalu yang tidak terselesaikan dengan semestinya. Itu bayang-bayang negatif. Memori kita kadang- kadang sangat membatasi kita untuk maju ke depan. Kita kadang-kadang lupa bahwa hidup itu maju terus. “Waktu” itu maju kan ?. Ada nggak yang punya jam yang jalannya terbalik ?? Nggak ada kan ? Semuanya maju, hidup itu maju. Lari aja ke depan, kalaupun harus jatuh, pasti ke depan kok. Orang yang berhasil, pasti pernah gagal. Itu memori negatif yang menghalangi kesuksesan.

 10. MENGHIPNOTIS DIRI DENGAN KESUKSESAN SEMU
 Biasa disebut Pseudo Success Syndrome. Kita dihipnotis dengan itu. Kita kalau pernah berhasil dengan sukses kecil, terus berhenti, nggak kemana-mana lagi.Sudah puas dengan sukses kecil tersebut. Napoleon pernah menyatakan: “Saat yang paling berbahaya datang bersama dengan kemenangan yang besar”. Itu saat yang paling berbahaya, karena orang lengah, mabuk kemenangan. Jangan terjebak dengan goal-goal hasil yang kecil, karena kita akan menembak sasaran yang besar, goal yang jauh. Jangan berpuas diri, ntar jadi sombong, terus takabur Sudah saatnya kita memperbaiki kehidupan kita. Kesempatan terbuka lebar untuk siapa saja yang ingin maju. Action may not always bring success, but there is no success without action. “Usaha dan tindakan tidak selalu menghasilkan keberhasilan/sukses, tetapi… Tidak ada keberhasilan dan sukses TANPA usaha dan tindakan.

 sumber http://terselubung.blogspot.com/2012/10/10-penyakit-mental-manusia-di-dunia.html  diakses tanggal 3 oktober 2012

Saturday, January 21, 2012

Penyakit Skizofrenia


Skizofrenia merupakan gangguan mental yang kompleks dan banyak aspek tentang skizofrenia sampai saat ini belum dapat dipahami sepenuhnya. Sebagai suatu sindrom, pendekatan skizofrenia harus dilakukan secara holistik dengan melibatkan aspek psikososiai, psikodinamik, genetik, farmakologi, dan lain-lain.


 
Mengingat kompleksnya gangguan skizofrenia, untuk mendapatkan hasil terapi yang optimal, klinikus perlu memperhatikan beberapa fase simptom gangguan skizofrenia, yaitu : fase prodromal, fase aktif dan fase residual.  Hasil akhir yang ingin dicapai adalah penderita skizofrenia dapat kembali berfungsi dalam bidang pekerjaan, sosial dan keluarga.

faktor - faktornya


Komplikasi kelahiran
Bayi laki laki yang mengalami komplikasi saat dilahirkan sering mengalami skizofrenia, hipoksia perinatal akan meningkatkan kerentanan seseorang terhadap skizofrenia.

Infeksi
Perubahan anatomi pada susunan syaraf pusat akibat infeksi virus pernah dilaporkan pada orang orang dengan skizofrenia. Penelitian mengatakan bahwa terpapar infeksi virus pada trimester kedua kehamilan akan meningkatkan seseorang menjadi skizofrenia.
Hipotesis Dopamin
Dopamin merupakan neurotransmiter pertama yang berkontribusi terhadap gejala skizofrenia. Hampir semua obat antipsikotik baik tipikal maupun antipikal menyekat reseptor dopamin D2, dengan terhalangnya transmisi sinyal di sistem dopaminergik maka gejala psikotik diredakan.1° Berdasarkan pengamatan diatas dikemukakan bahwa gejala gejala skizofrenia disebabkan oleh hiperaktivitas sistem dopaminergik.5’7
 
Hipotesis Serotonin
Gaddum, wooley dan show tahun 1954 mengobservasi efek lysergic acid diethylamide (LSD) yaitu suatu zat yang bersifat campuran agonis/antagonis reseptor 5-HT. Temyata zatini menyebabkan keadaan psikosis berat pada orang normal. Kemungkinan serotonin berperan pada skizofrenia kembali mengemuka karena penetitian obat antipsikotik atipikal clozapine yang temyata mempunyai afinitas terhadap reseptor serotonin 5-HT~ lebih tinggi dibandingkan reseptordopamin D2.57 
Struktur Otak
Daerah otak yang mendapatkan banyak perhatian adalah sistem limbik dan ganglia basalis. Otak pada pendenta skizofrenia terlihat sedikit berbeda dengan orang normal, ventrikel teilihat melebar, penurunan massa abu abu dan beberapa area terjadi peningkatan maupun penurunan aktifitas metabolik. Pemenksaaninikroskopis dan jaringan otak ditemukan sedikit perubahan dalam distnbusi sel otak yang timbul pada masa prenatal karena tidak ditemukannya sel glia, biasa timbul pada trauma otak setelah lahir.81°
Genetika
Para ilmuwan sudah lama mengetahui bahwa skizofrenia diturunkan, 1% dari populasi umum tetapi 10% pada masyarakat yang mempunyai hubungan derajat pertama seperti orang tua, kakak laki laki ataupun perempuan dengan skizofrenia. Masyarakat yang mempunyai hubungan derajat ke dua seperti paman, bibi, kakek / nenek dan sepupu dikatakan lebih sering dibandingkan populasi umum. Kembar identik 40% sampai 65% berpeluang menderita skizofrenia sedangkan kembar dizigotik 12%. Anak dan kedua orang tua yang skizofrenia berpeluang 40%, satu orang tua 12%.

Riwayat

Faktor resiko penyakit ini termasuk :
  1. Riwayat skizofrenia dalam keluarga
  2. Perilaku premorbid yang ditandai dengan kecurigaan, eksentrik, penarikan diri, dan/atau impulsivitas.
  3. Stress lingkungan
  4. Kelahiran pada musim dingin. Faktor ini hanya memiliki nilai prediktif yang sangat kecil.
  5. Status sosial ekonomi yang rendah sekurang-kurangnya sebagian adalah karena dideritanya gangguan ini
Mengenal Penyakit Skizofrenia
Penyakit Skizofrenia Tidak ada jalur etiologi tunggal yang telah diketahui menjadi penyebab skizofrenia. Penyakit ini mungkin mewakili sekelompok heterogen gangguan yang mempunyai gejala-gejala serupa. Secara genetik, sekurang-kurangnya beberapa individu penderita skizofrenia mempunyai kerentanan genetic herediter. Kemungkinan menderita gangguan ini meningkat dengan adanya kedekatan genetic dengan, dan beratnya penyakit, probandnya. Penelitian Computed Tomography (CT) otak dan penelitian post mortem mengungkapkan perbedaan-perbedaan otak penderita skizofrenia dari otak normal walau pun belum ditemukan pola yang konsisten. Penelitian aliran darah, glukografi, dan Brain Electrical Activity Mapping (BEAM) mengungkapkan turunnya aktivitas lobus frontal pada beberapa individu penderita skizofrenia. Status hiperdopaminergik yang khas untuk traktus mesolimbik (area tegmentalis ventralis di otak tengah ke berbagai struktur limbic) menjadi penjelasan patofisiologis yang paling luas diterima untuk skizofrenia.
Semua tanda dan gejala skizofrenia telah ditemukan pada orang-orang bukan penderita skizofrenia akibat lesi system syaraf pusat atau akibat gangguan fisik lainnya. Gejala dan tanda psikotik tidak satu pun khas pada semua penderita skizofrenia. Hal ini menyebabkan sulitnya menegakkan diagnosis pasti untuk gangguan skizofrenia. Keputusan klinis diambil berdasarkan sebagian pada
  1. Tanda dan gejala yang ada
  2. Rriwayat psikiatri
  3. Setelah menyingkirkan semua etiologi organic yang nyata seperti keracunan dan putus obat akut.
Penanganan
Terapi / Tatalaksana
I. Psikofarmaka
  •  Pemilihan obat Pada dasarnya semua obat anti psikosis mempunyai efek primer (efek klinis) yang sama pada dosis ekivalen, perbedaan utama pada efek sekunder ( efek samping: sedasi, otonomik, ekstrapiramidal). Pemilihan jenis antipsikosis mempertimbangkan gejala psikosis yang dominan dan efek samping obat. Pergantian disesuaikan dengan dosis ekivalen. Apabila obat antipsikosis tertentu tidak memberikan respons klinis dalam dosis yang sudah optimal setelah jangka waktu yang tepat, dapat diganti dengan obat antipsikosis lain (sebaiknya dan golongan yang tidak sama) dengan dosis ekivalennya. Apabila dalam riwayat penggunaan obat antipsikosis sebelumnya sudah terbukti efektif dan efek sampingnya ditolerir baik, maka dapat dipilih kembali untuk pemakaian sekarang. Bila gejala negatif lebih menonjol dari gejala positif pilihannya adalah obat antipsikosis atipikal, Sebaliknya bila gejala positif lebih menonjol dibandingkan gejala negatif pilihannya adalah tipikal. Begitu juga pasien-pasien dengan efek samping ekstrapiramidal pilihan kita adalah jenis atipikal. Obat antipsikotik yang beredar dipasaran dapat dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu antipsikotik generasi pertama (APG I) dan antipsikotik generasi ke dua (APG ll). APG I bekerja dengan memblok reseptor D2 di mesolimbik, mesokortikal, nigostriatal dan tuberoinfundibular sehingga dengan cepat menurunkan gejala positif tetapi pemakaian lama dapat memberikan efek samping berupa: gangguan ekstrapiramidal, tardive dyskinesia, peningkatan kadar prolaktin yang akan menyebabkan disfungsi seksual / peningkatan berat badan dan memperberat gejala negatif maupun kognitif. Selain itu APG I menimbulkan efek samping antikolinergik seperti mulut kering pandangan kabur gangguaniniksi, defekasi dan hipotensi. APG I dapat dibagi lagi menjadi potensi tinggi bila dosis yang digunakan kurang atau sama dengan 10 mg diantaranya adalah trifluoperazine, fluphenazine, haloperidol dan pimozide. Obat-obat ini digunakan untuk mengatasi sindrom psikosis dengan gejala dominan apatis, menarik diri, hipoaktif, waham dan halusinasi. Potensi rendah bila dosisnya lebih dan 50 mg diantaranya adalah Chlorpromazine dan thiondazine digunakan pada penderita dengan gejala dominan gaduh gelisah, hiperaktif dan sulit tidur. APG II sering disebut sebagai serotonin dopamin antagonis (SDA) atau antipsikotik atipikal. Bekerja melalui interaksi serotonin dan dopamin pada ke empat jalur dopamin di otak yang menyebabkan rendahnya efek samping extrapiramidal dan sangat efektif mengatasi gejala negatif. Obat yang tersedia untuk golongan ini adalah clozapine, olanzapine, quetiapine dan rispendon.
     
  • Pengaturan Dosis
    Dalam pengaturan dosis perlu mempertimbangkan:
    • Onset efek primer (efek klinis) : 2-4ininggu
      Onset efek sekunder (efek samping) : 2-6 jam
    • Waktu paruh  : 12-24 jam (pemberian 1-2 x/hr)
    • Dosis pagi dan malam dapat berbeda (pagi kecil, malam besar) sehingga tidak mengganggu kualitas hidup penderita.
    • Obat antipsikosis long acting : fluphenazine decanoate 25 mg/cc atau haloperidol decanoas 50 mg/cc, IM untuk 2-4ininggu. Berguna untuk pasien yang tidak/sulitininum obat, dan untuk terapi pemeliharaan.
       
  • Cara / Lama pemberian Mulai dengan dosis awal sesuai dengan dosis anjuran dinaikkan setiap 2-3 hr sampai mencapai dosis efektif (sindrom psikosis reda), dievaluasi setiap 2ininggu bila pertu dinaikkan sampai dosis optimal kemudian dipertahankan 8-12ininggu. (stabilisasi). Diturunkan setiap 2ininggu (dosis maintenance) lalu dipertahankan 6 bulan sampai 2 tahun ( diselingi drug holiday 1-2/hari/minggu) setelah itu tapering off (dosis diturunkan 2-4ininggu) lalu stop.
    Untuk pasien dengan serangan sindrom psikosis multiepisode, terapi pemeliharaan paling sedikit 5 tahun (ini dapat menurunkan derajat kekambuhan 2,5 sampai 5 kali). Pada umumnya pemberian obat antipsikosis sebaiknya dipertahankan selama 3 bulan sampai 1 tahun setelah semua gejala psikosis reda sama sekali. Pada penghentian mendadak dapat timbul gejala cholinergic rebound gangguan lambung, mual, muntah, diare, pusing dan gemetar. Keadaan ini dapat diatasi dengan pemberian anticholmnergic agent seperti injeksi sulfas atropin 0,25 mg IM, tablet trhexyphenidyl 3x2 mg/hari.
II.  Terapi Psikososial
Ada beberapa macam metode yang dapat dilakukan antara lain :
  • Psikoterapi individual
    • Terapi suportif
    • Sosial skill training
    • Terapi okupasi
    • Terapi kognitif dan perilaku (CBT)
  • Psikoterapi kelompok
  • Psikoterapi keluarga
  • Manajemen kasus
  • Assertive Community Treatment (ACT)
Gangguan Psikosis lainnya
Gangguan Waham
Pedoman Diagnosis
  • Waham-waham merupakan satu-satunya ciri khas klinik atau gejala yang paling mencolok. Waham-waham tersebut (baik tunggal maupun sebagai suatu sistem waham) harus sudah ada sedikitnya 3 bulan lamanya, dan harus bersifat khas pribadi (personal) dan bukan budaya setempat
  • Gejala-gejala depresif atau bahkan suatu episode depresif yang lengkap I “full-blown”, mungkin terjadi secara intermiten, dengan syarat bahwa waham-waham tersebut menetap pada saat-saat tidak terdapat gangguan afektif itu.
  • Tidak boleh ada bukti-bukti tentang adanya penyakit otak
  • Tidak boleh ada halusinasi auditonk atau hanya kadang-kadang saja ada dan bersifat sementara
  • Tidak ada riwayat gejala-gejala skizofrenia (waham dikendalikan, siar pikiran, penumpulan afek, dsb)  


Artikel 
Purworejo, Kompas - Sebanyak 80 persen penderita gangguan mental skizofrenia tidak diobati. Sebagian penderita gangguan jiwa ini menjadi tidak produktif, bahkan ditelantarkan sebagai psikotik yang berkeliaran di jalan-jalan.
”Berdasarkan survei Kementerian Sosial tahun 2008, penderita skizofrenia di Indonesia ada 650.000 orang. Sekitar 30.000 orang dipasung dengan alasan agar tidak membahayakan orang lain atau menutupi aib keluarga,” kata psikolog Tjipto Susana dari Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, Kamis (2/6), dalam seminar kesehatan jiwa ”Pandangan dan Pemahaman tentang Kesehatan dan Gangguan Jiwa” di Purworejo, Jawa Tengah

Kompas.com - Riset pada tahun 2007 menunjukkan bahwa 11,6% warga Indonesia menderita gangguan jiwa ringan dan 0,46% menderita gangguan jiwa berat. Meski angka tersebut terbilang cukup besar, ternyata penanganan terhadap Orang Dengan Masalah Kejiawaan (OMDK) belum maksimal, salah satunya masalah obat.
"Jumlah obat yang ada saat ini masih terbatas. Ini masalah sebab kita mengkonsumsi obat dalam jangka waktu lama. Kalau kita sudah minum satu obat dalam 5 tahun, kadang kita merasa obatnya sudah tidak mempan lagi," kata Suhari, salah satu ODMK.
Suhari mengatakan, varietas obat saat ini harus ditambah, terutama jenis obat injeksi. Menurutnya, obat injeksi lebih efektif daripada obat oral sebab bisa menjaga ODMK tetap dalam kondisi "stabil" dalam jangka waktu yang lebih lama.
"Jenis obat injeksi yang termasuk murah saat ini baru ada 2. Itu sekali suntik 250 ribu rupiah setiap 2 minggu atau 4 minggu. Saya usulkan jumlah itu ditambah," ucap Suhari ketika ditemui dalam ajang Biennale#14.2011, Minggu (16/10/2011) di Taman ismail Marzuki, Jakarta.

Obat-obatan
Perawatan psikiatris baris pertama untuk skizofrenia adalah obat antipsychotic. Ini dapat mengurangi gejala positif psikosis. Kebanyakan obat anti-kejang mengambil sekitar 7–14 hari untuk memiliki efek utama mereka. Saat ini tersedia antipsikotik gagal namun untuk secara signifikan memperbaiki negatif gejala, dan perbaikan kognisi dapat dikaitkan dengan efek praktek.
 
daftar pustaka

http://klinis.wordpress.com/2007/08/31/skizofrenia/ (akses 21 januari 2012)
http://www.resep.web.id/kesehatan/mengenal-penyakit-skizofrenia-salah-satu-gangguan-psikosis-fungsional.htm (akses 21 januari 2012)
http://www.idijakbar.com/prosiding/skizofrenia.htm (akses 21 januari 2012)
http://health.kompas.com/read/2011/06/03/07014272/80.Persen.Penderita.Skizofrenia.Tak.Diobati (akses 21 januari 2012)
http://www.news-medical.net/health/Schizophrenia-Medication-%28Indonesian%29.aspx (akses 21 januari 2012)
http://health.kompas.com/read/2011/10/17/1126496/Perlu.Tambahan.Varietas.Obat.Skizofrenia (akses 21 januari 2012)